Kamis, 18 April 2019

MENGKRITIK PEMERINTAH - ASPIRASI OLEH ANAK MUDA


kelaparan adalah burung gagak
Yang licik dan hitamjutaan burung-burung gagakbagai awan yang hitam

o Allah !burung gagak menakutkandan kelaparan adalah burung gagakselalu menakutkankelaparan adalah pemberontakan
dari pisau-pisau pembunuhanyang diayunkan oleh tangan-tangan orang miskin

kelaparan adalah batu-batu karangdi bawah wajah laut yang tiduradalah mata air penipuanadalah pengkhianatan kehormatan

seorang pemuda yang gagah akan menangis tersedumelihat bagaimana tangannya sendirimeletakkan kehormatannya di tanahkarena kelaparankelaparan adalah ibliskelaparan adalah iblis yang menawarkan kediktatoran

o Allah !kelaparan adalah tangan-tangan hitamyang memasukkan segenggam tawaske dalam perut para miskin

o Allah !kami berlututmata kami adalah mata Muini juga mulut Muini juga hati Mudan ini juga perut Muperut Mu lapar, ya Allahperut Mu menggenggam tawasdan pecahan-pecahan gelas kaca

o Allah !betapa indahnya sepiring nasi panassemangkuk sop dan segelas kopi hitam

o Allah !kelaparan adalah burung gagakjutaan burung gagakbagai awan yang hitammenghalang pandangkuke sorga Mu

Rabu, 10 April 2019


Puisi " Anjing... Teriak Anjing...! "

 

Anjing... Anjing...!

 

Hai Anjing... PERGILAH dari hidupku...!
Karena kamu tetap kotor dan hina dimataku

 

Yang bisa kulukiskan dan kutimpakan kepadamu

Agar kau meminta mati dariku
Dan mencium jari jari kakiku

 

Menunggumu yang tak kan kunjung datang
Yang tak akan kuberikan sekejap mata

 

Bagiku kamu hanya anjing yang menggonggong
Menyalak tanda rampasan

 


Ohh Anjing... Anjing... Anjing... !

Berkuku hanya untuk menyakiti semut semut
     Bak serigala liar yang hendak menerkam ganas, mengintaiku...

 

Menyusuri terjal tebing nan curam

Menyusup di dalam kerumunan tikus - tikus 


Mengendus sisa – sisa tulang.
Hanya akan membunuhku perlahan...


" MERUSAK Sinergi Kedamaian...!"
Bangsa Indonesia " RAKYAT KECIL..."

 

Anjing.... Anjing.... Anjing....!

 

Bertarung dengan mereka, sekawanan tikus tikus
Mempertahankan hidup dan kehidupan nasib

 

Meski tak mampu sendiri. 

 

Hukum alam tetaplah berjalan...!

 

Karya : M. JIHAD, S.A 

Puisi " G O L P U T "

 

Puisi " G O L P U T "


Apalagi dengan ayat-ayat Allah...
dalil haram pun ikut melaknat GOLPUT...


pasal - pasal hukum juga ikut dilobi...


Agar bisa terus korupsi...

 

Agar GOLPUT menjadi basi...
itu hukum alam yang berlaku...
Tak korupsi lagi bila tak terpilih...

 

Siap duduk dibekas kursinya...?


Mengganti apa yang basah dikursinya...

 

Sebab generasi korup penggantinya...

Ia takut dengan ajakan GOLPUT...

 

Ia khawatir dengan sajak-sajak GOLPUT...
Ia takut dengan organisasi GOLPUT...
Apalagi kampanye massal mengajak GOLPUT...

 

maka, GOLPUT adalah harga mati...!

Untuk memunculkan generasi anti korupsi...


Para pemilih hanya dikibuli
Politisi...

 

 Karya : M. JIHAD, S.A

Selasa, 09 April 2019

Puisi Tentang Ibu Kartini

Engkau bunga bangsa Indonesia
Belum sempat engkau merasakan Kemerdekaan


Gugur sebagai 

"PAHLAWAN INDONESIA..." 


Ibu R. A. KARTINI engkau lah yang


Menjujung tinggi derajat wanita Indonesia


Demi bangsa IndonesiaEngkau rela mengorbankan


" Jiwa dan raga Mu..."


Demi penduduk bangsa IndonesiaEngkau rela mengorbankan


"Harta dan benda Mu..."


Meski kau telah tiada 

Namun semangatmu yang membara


Masih membajar hati kaum wanita Indonesia 


Nama mu begitu harum semerbak


 "Jasamu begitu besar..."


Pengorbananmu tak terhitungkan Semangat juangmu begitu mulia


Engkau pertaruhkan nyawamu


Engkau tekadkan semangat juangmu


demi harkat, martabat kaum muyang yang engkau cintai


Sungguh takkan terbalas kanSemua jasa-jasamu


Pengorbanan mu…


Perjuanganmu…


Nama mu takkan mungkin 

Dapat terlupakan karena...?


Engkau bunga Bangsa Indonesia


Jasa Mu tak akan mungkin di lupakanOleh penduduk Indonesia


Ibu  " R. A. KARTINI...."



Karya : M. JIHAD, S.A


Puisi " Mari Kita Bersatu Untuk Bangsa Kita "


Puisi " Mari Kita Bersatu Untuk Bangsa Kita "



Lihatlah kelapa melambai-lambai
Berdesir bunyinya sesayup sampai

Dengarlah ombak datang berlagu


Mengejar bumi ayah dan ibu


Indonesia namanya "Tanah Airku..."


Merapung di air, malam dan siangSebagai telaga dihiasi kiambang


Sejak malam diberi kelamSampai purnama terang-benderang


Di sanalah bangsaku gerangan menompangSelama berteduh di alam nan lapang


Dijunjung tinggi atas kepalaSemenjak diri lahir ke bumi


Sampai bercerai badan dan nyawa


Karena kita sedarah-sebangsaBertanah air di Indonesia


Dilingkari air mulia tampaknyaTumpah darahku Indonesia namanya


Duduk di pantai tanah yang permaiTempat gelombang pecah berderai


Tampaklah pulau di lautan hijauGunung-gunung bagus rupanya


Di bumi di tanag air tercintaJutaan tangan mengayun bersama


Menaikan layar menebar jalaMeraba lelam di tambang logam dan batu bara


Beragam suara di langit tanah tercintaSuara bangsi di rumah berjenjang bertangga


Gunung batu berwarna coklat


Di laut


Angin yang menyapu kabut


Rakyat adalah...?


Darah di tubuh bangsa


Debar sepanjang masa



Karya : M. JIHAD, S.A

Puisi " Membela NKRI "


Selama kami masih bisa menoreh warna merah
Kami tak pernah sudi dipaksa menyerah

Meskipun badan ini berkeringat darah

Kami ini banteng banteng yang lapar


Jiwa dan semangat kami tak pernah gentar 


Demi membela saudara kami yang mati terkapar

Doakan kami, untuk maju ke medan perang


Walaupun hujan peluru kan kami terjang

Ribuan senjatamu tak akan pernah mampu menghadang


Jiwa dan semangat kami tak pernah gentar


Jangan pernah berani mengusik bangsa dan negeri ini

Tanah tempat lahir yang kami diami


Karena bagi kami, NKRI harga mati NKRI harga mati dan pasti kekuatan rakyat yang akan membela mati demi keutuhan Indonesia sejatinegri kaya, indah permai yang di cintai bila semua turut menyadari 


Bhineka Tunggal Ika dijunjung tinggi


Dengan Pancasila dasar keadilan negeri


Maju JAYA Indonesia SAKTI


Karya : M. JIHAD, S.A

Puisi " ORANG TERLANTAR "



               Kita adalah paru-paru yang berebut udara dalam ruang yang pengap....


Yang selalu di buru kesedihan


Yang dapat di politisasi kaum birokrat bila kehabisan akal-akalan

Kita adalah tangan-tangan yang terbiasa terikat dalam lingkaran kekuasaan


        Yang selalu di jebloskan ke dalam penjara dengan tuduhan-tuduhan makar

               Kita adalah suara-suara lantang yang terus meneriakan kebosanan


Aku mencium bau anyir pengkhianatan


        Aku mencium bau busuk korupsi di tiap-tiap sudut instansi pemerintahan...


                     Oh aku menghirup bau udara pengap memabukkan


                   Di tengah hiruk pikuk pembangunan yang atas nama kesejahteraan


Aku bilang tidak ada kesejahteraan...!


            Kesejahteraan adalah biang kerok dari janji-janji politisi murahan


 Kekuasaan yang di putar-putar dalam lingkaran persaudaraan


Kita adalah biji mata dari sang malam
Yang selalu di bidik kesepian


             Kita adalah paru-paru yang berebut udara dalam ruang yang pengap


Yang di cemarkan oleh keadaan dan kenyataan


          Aku bilang kemewahan yang sesat sebab hanya untuk mereka saja yang bergelimpangan kekuasaan


Karya : M. JIHAD, S.A